Di Forum Global Etika AI, Wamenkominfo Tegaskan RI Serius soal Kemajuan AI

Jakarta –

Pemerintah menekankan pentingnya tata kelola dalam penggunaan teknologi kecerdasan buatan (AI) di tingkat global. Wakil Menteri Komunikasi dan Informatika Nezar Patria mengatakan pemerintah Indonesia memperhatikan aspek keberlanjutan, manajemen, dan inovasi dalam optimalisasi penggunaan kecerdasan buatan.

“Pemerintah Indonesia sangat serius dalam pengembangan dan penggunaan AI. Hal ini sesuai dengan temuan Badan Penasihat AI tentang adanya kekurangan dalam pengelolaan AI di seluruh dunia,” ujarnya melalui keterangan tertulis, Selasa (7/2/2024).

Hal itu diungkapkannya dalam konsultasi tertutup tingkat menteri mengenai laporan sementara badan penasihat tingkat tinggi Sekretaris Jenderal PBB pada sesi AI, di Brdo Congress Centre, Slovenia, pada Minggu (04/02).

Nezar Patria mengatakan Indonesia menaruh perhatian pada pengelolaan kecerdasan buatan untuk menjembatani kesenjangan digital dan pembangunan guna mempercepat kemajuan implementasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) 2030.

“Di mana tidak ada seorang pun, terutama negara-negara Global Selatan atau Selatan-Selatan yang tertinggal,” tegasnya.

Selain itu, pemerintah Indonesia meminta Dewan Penasihat AI untuk memperkuat kerjanya dalam mencari lebih banyak perspektif global dan minat terhadap harapan negara-negara di selatan dunia mengenai penggunaan AI.

“Hal ini dimaksudkan sebagai cara untuk menciptakan peluang bagi tata kelola AI internasional yang menyeimbangkan pengembangan yang terkonsentrasi saat ini dan evaluasi penggunaan AI di antara sejumlah kecil pelaku sektor swasta di sejumlah negara, sebagaimana diuraikan dalam laporan sementara,” Nezar Patria.

Sementara itu, pada aspek ketiga, ia menyoroti orientasi pengelolaan AI global sebagai platform sumber daya bagi negara-negara di belahan selatan dunia.

“Orientasi ini untuk mengidentifikasi dan mengatasi tantangan struktural yang ada seperti akses terhadap teknologi baru dan berkembang guna menciptakan lingkungan yang inovatif,” jelasnya.

Nezar Patria menekankan bahwa Tata Kelola AI Global harus mempertimbangkan peran pemberdayaan negara-negara Selatan-Selatan untuk menjadi mitra setara dalam pengembangan teknologi. Oleh karena itu, diperlukan upaya untuk mengubah posisi yang selama ini hanya dipandang sebagai konsumen suatu pasar atau teknologi, dengan memfasilitasi transfer ilmu pengetahuan dan transfer teknologi.

Menurutnya, Indonesia mengapresiasi upaya yang dilakukan Badan Penasihat AI, dan siap berperan aktif dalam mendorong penggunaan AI yang inklusif dan bertanggung jawab.

“Kami siap berkontribusi aktif terhadap pengembangan tata kelola AI global dan menyambut baik inisiatif untuk mendorong kerja sama,” ujarnya.

Seri kedua Global Forums on AI Ethics mengangkat tema Changing the AI ​​Governance Landscape. Pertemuan yang diselenggarakan oleh Slovenia dengan dukungan Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan dan Kebudayaan PBB (UNESCO) ini akan berlangsung pada tanggal 5 dan 6 Februari 2024.

Dalam forum tersebut, Wakil Menteri Komunikasi dan Informatika Nezar Patria didampingi oleh Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Komunikasi dan Informatika Usman Kansong dan tim ahli Menteri Komunikasi dan Informatika Widodo Muktio. Tonton video “Inovasi Kecerdasan Buatan Mendominasi CES 2024” (prf/ega)

Cyber University Sukses Gelar Seminar Optimizing AI for Business Technology

Ijcomstart, DEPOK – Universitas Siber Indonesia atau biasa dikenal dengan Cyber ​​University meraih kesuksesan luar biasa dalam menyelenggarakan lokakarya pelatihan siber bertajuk “Optimalisasi AI untuk Teknologi Bisnis”. Ajang bergengsi ini digelar pada Selasa (30/1) di gedung baru lantai 2, Aula Fakultas Informatika Universitas Indonesia, Depok, dan menjadi pusat perhatian dunia pendidikan dan teknologi.

Dalam seminar ini, Kompol Dr. teknologi bisnis.

Kehadiran dua pembicara hebat, Florence Hadeli, OSC & AI Program Manager PT Orbit Ventura Indonesia dan Rizki Hesananda, Data Specialist, semakin memperkaya pemahaman peserta mengenai optimalisasi AI dalam dunia bisnis.

Dalam sambutan pembukaannya, Rektor Cyber ​​University Gunavan Vityaksono menyampaikan salam hangat kepada para peserta baik guru maupun siswa SMA/SMK/SMK. Beliau mengapresiasi antusiasme peserta seminar dan menyampaikan harapannya agar seminar ini menjadi wadah bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

“Seminar ini merupakan wadah untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman para peserta,” ujarnya.

Mengenai hal ini, Dicky Haryanto, Rektor Kampus Cyber ​​University, menjelaskan keberhasilan Cyber ​​University dalam menciptakan program beasiswa yang hebat. Salah satu program yang diperkenalkan adalah Beasiswa Pintar, yaitu sebuah bentuk pengakuan bagi siswa SMA/SMK/MA/sederajat yang berprestasi di kelas atau program studi di sekolahnya dengan nilai 1-10.

“Program ini tersedia melalui undangan dari cyber university, yang menawarkan kesempatan pendidikan tinggi bagi mahasiswa berprestasi,” ujarnya.

Dikatakannya, seminar bertajuk “Optimizing AI for Business Technologies” di Cyber ​​University ini tidak hanya melahirkan ide-ide baru, namun juga komitmen universitas dalam meningkatkan akses terhadap pendidikan berkualitas melalui program-program besar seperti Smart Scholarship, Highlighted Bright Scholarship dan Digital Scholarship. .